Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 15 Juni 2010

Membuka Tabir J2 dan Elemennya

Artikel kali ini pasti akan memuaskan ribuan orang yang telah mengirimkan pertanyaan seputar Jerk Joke (J2) kepada kami. Minimal satu email setiap harinya masuk menanyakan tentang serba-serbi J2 yang begitu misterius itu. Sepertinya pembahasan yang pernah diungkit oleh Jet dalam Kisah Jerk Joke, serta malah memicu segumpal rasa penasaran yang sulit terpuaskan.

Sekalipun terdengar rumit, pada dasarnya J2 merupakan sebuah pola komunikasi yang sudah biasa Anda dan saya lakukan setiap harinya. Anda pasti sudah sering melakukan hal tersebut kepada sahabat dekat atau lingkaran sosial inti Anda. Dengan demikian, nyaris tidak ada seorang pun yang tidak pernah melakukan J2 dalam hidupnya, sekalipun kemungkinan besar dia tidak pernah menyadari bahwa itu adalah sebuah aplikasi J2.

Istilah Jerk Joke mengacu pada persepsi awal yang dimiliki seseorang ketika mendengar lemparan J2 dari Anda, yakni seolah-olah Anda adalah orang menyebalkan yang senang menjadikan orang lain sebagai bahan candaan, atau dalam bahasa Inggrisnya lebih mengena, "a jerk who loves to joke at the expense of other people."

Nah, apakah Anda bisa mengingat kapan terakhir kali sahabat-sahabat Anda menyampaikan ekspresi seperti itu tentang Anda? Secara verbal, pernyataan mereka bisa berbunyi, "Rese loe," "Wah parah bercandanya," atau "Awas yah…" sambil disertai seringai, senyum kalah, bibir tersimpul, atau bisa juga wajah cemberut gemas.

Jika Anda pernah mendapatkan respon seperti itu dari salah seorang kenalan atau sahabat, maka Anda kemungkinan besar baru saja melemparkan sebuah J2. Yang menjadi masalah bukanlah tentang ketidaktahuan Anda akan cara menggunakan J2, melainkan tentang ketidakberanian Anda untuk melakukannya pada lawan jenis yang Anda sukai!

Anda menggunakan Jerk Joke pada kerabat keluarga, sahabat dekat, pada wanita yang tidak masuk dalam kategori minat Anda… namun tidak pernah pada wanita vitamin yang setiap hari Anda temui di mana-mana. Padahal justru disanalah sebuah J2 akan menampilkan efek kekuatan yang sebenarnya.

Atau kalaupun Anda berani bereksperimen dengan J2 pada target wanita-wanita yang menarik, Anda melakukannya dengan cara yang salah, yakni merendahkan sang lawan bicara. Seperti telah diungkit dalam Pola J2 dan Cinta Yang Sehat, Jerk Joke bukanlah ekspresi ledekan maupun ejekan. Itulah miskonsepsi terbesar yang seringkali terlewatkan oleh banyak pembaca Hitman System, termasuk para alumni yang kurang menyimak dalam program Workshop / Seminar.

Saya kerap menerima kiriman email dari pengunjung Hitman System yang berkisah tentang keberhasilannya mengaplikasikan J2. Ketika saya amati kisahnya dengan seksama, kalimat yang ia pakai bukanlah J2, melainkan sebuah hinaan belaka yang membuat lawan bicaranya merasa rendah. Sekalipun efek menghina dan J2 agak serupa, namun dalam Jerk Joke Anda tidak bersikap kasar, bernada eksplisit ataupun berniat untuk merendahkan lawan bicara Anda.

Ketika dahulu memformulasikan istilah Jerk Joke, saya memang dengan sengaja menginginkan kata yang beririsan dengan arti ‘seorang brengsek’, namun juga sekaligus mengacu pada arti lainnya dari kata ‘jerk’, yakni ‘sentakan, tarikan, dorongan, atau gerakan yang cepat dan instan’. Oleh sebab itu, untuk menyempurnakan penjabaran Jet dalam Mengubah Kepribadian?, saya akan memaparkan definisi J2 sebagai berikut:

"Jerk Joke adalah pernyataan cerdas, verbal maupun non-verbal, dari hasil observasi yang disampaikan secara tampak-spontan dengan nada, gaya, atau timing yang menggelitik, mengejutkan, menjebak, bermakna ambigu, menyindir, atau menyebalkan."

Saya akan bahas satu per satu setiap frase kunci dalam definisi di atas.

Pernyataan cerdas : Ekspresi J2 yang baik akan mencerminkan kecerdasan atau keunggulan intelektualitas pribadi yang menggunakannya, sehingga pada akhirnya melipatgandakan imej Glossy yang ada. Dalam bahasa Inggris, ekspresi seperti ini dikenal dengan istilah ‘witty’. Seseorang yang memiliki kualitas demikian akan memberikan sensasi warna yang berbeda dalam percakapan.

Contohnya berkata, "Wah, luar biasa tepat waktu nih, bahkan kecepetan karena sekarang jam 5 sore…" kepada seseorang yang sebelumnya berjanji datang pukul 4, atau "Hmm, bukan begitu caranya cari perhatian dari gue…" kepada seseorang tidak sengaja menyenggol jatuh gelas minumannya. Perhatikan kedua kalimat tersebut menggunakan sebuah fakta akan kecelakaan (terlambat dan tersenggol) namun kalimat respon Anda dipuntir sedemikian rupa sehingga seolah-olah bermakna yang lain.

Verbal maupun non verbal : Jerk Joke bisa disampaikan dalam ucapan (verbal) dan bahasa tubuh (non-verbal). Ketika Anda menggunakan keduanya, efek yang dialami oleh sang target akan berlipat-lipat kali ganda. Sayang, hal tersebut hanya bisa Anda pelajari secara detil dalam Workshop / Seminar.

Dari hasil observasi : Anda akan kesulitan memainkan J2 bila mata dan telinga Anda tidak awas menyimak hal-hal yang sedang terjadi di sekeliling Anda. Itu sebabnya seorang pria yang masih grogi dan termakan banyak ilusi ketika berdialog dengan wanita cantik akan kewalahan menemukan bahan maupun celah untuk menyampaikan Jerk Joke. Observasi adalah hal yang sangat penting, tanpanya J2 Anda hanya bersifat hapalan belaka dan terlalu umum.

Keluhan terbesar dari para wanita adalah pria tidak peka dan sensitif. Pria lossy akan berusaha menunjukkan kepekaannya dengan cara memenuhi kebutuhan sang wanita idaman dan bersikap sebagai budak penjilat sepanjang hari. Pria Glossy menunjukkan sisi kepekaannya dengan cara menyimak 100% apa yang terjadi luar dalam dari sang wanita dan menyampaikannya dalam bentuk umpan J2. Contoh, "Elo suka banget ya sama baju ini, setiap kali ketemu selalu pake ini terus…"

Yang disampaikan secara tampak spontan : Efektifitas J2 sangat bergantung pada kecepatan Anda untuk memproduksinya. Semakin singkat waktu yang Anda butuhkan untuk berpikir dan menyampaikannya, semakin Anda terlihat spontan, semakin besar efek yang akan dirasakan oleh lawan bicara Anda. Spontan juga berarti Anda tidak menunggu respon seusai melemparkan Jerk Joke kepada lawan bicara. Hal ini bisa Anda tingkatkan dengan cara membiasakan diri untuk mengobservasi orang untuk menemukan hal-hal unik, lalu menyusunnya dalam bentuk komentar yang cerdas.

Dengan nada, gaya, atau timing : Bagaimana sikap Anda memainkan J2 jauh lebih penting daripada isi kalimat J2 itu sendiri. Sekali lagi, sayang ini tidak bisa diajarkan dalam bentuk teks, Anda harus melihatnya sendiri dalam program live training.

Yang menggelitik, mengejutkan, menjebak, bermakna ambigu, menyindir, atau menyebalkan : Hal-hal tersebut adalah berbagai macam hasil akhir yang dituju oleh sebuah ekspresi J2. Sebagaimana sudah disebutkan sebelumnya, menghina dan merendahkan tidak termasuk ke dalam tujuan dari J2.

Perhatikan saya tidak menyertakan ‘menghibur’, ‘menggelikan’ maupun ‘konyol’ ke dalam definisi di atas karena J2 memang tidak sama dengan melucu, melawak, atau menyajikan komedi. Sekalipun dapat memancing tawa, namun Jerk Joke itu sendiri bukan pernyataan bercanda biasa, melainkan apa yang sebut sebagai Humor Strategis.

Saya yakin Anda kini sudah lebih memahami konsep J2, sekaligus juga bingung, khususnya dengan paragraf terakhir di atas.

Apakah J2 sama dengan humor? Secara teori ya, namun ada sedikit perbedaan. Ekspresi J2 umumnya tidak memancing tawa dari orang yang menerimanya. Jika lawan bicara Anda jadi tertawa, apalagi sampai terpingkal-pingkal, sudah pasti Anda melakukan sesuatu yang amat salah.

Sebagaimana yang biasa Anda temui dalam materi-materi di website ini, apa yang kami ajarkan dalam Hitman System merupakan hasil eksperimen pribadi selama lebih dari sepuluh tahun, jadi kami memiliki seperangkat ilmu pengetahuan yang sudah tersusun dengan baik dibalik sebuah konsep maupun tehnik tertentu. Sekalipun dalam realitanya J2 hanya berdurasi satu hingga tiga detik, ada merupakan prinsip strategis karena didalamnya terkandung elemen-elemen yang membantu proses romansa Anda sebagai berikut:

1. Elemen agresi. Ketika menggunakan J2, Anda tidak sedang berusaha menghibur atau menyenangkan lawan bicara. Dibalik senyum dan sedikit tawa yang muncul, Anda sedang secara implisit menyatakan status Anda sebagai pihak yang relatif lebih superior dibanding orang lain di ruangan tersebut, khususnya terhadap sang lawan bicara. Pria memang menginginkan pasangan yang murni, sementara wanita menginginkan pasangan yang teruji. Elemen ini jelas membuat Anda menonjol di matanya. Hanya pria yang sudah berpengalaman, memiliki kualitas prima yang berani bersikap seperti itu di hadapan seorang wanita.


2. Elemen seleksi. Pria Glossy tentu tidak pernah sembarangan memilih pasangannya. Dalam literatur spiritual, dikenal dengan istilah ‘pasangan yang sepadan’. Anda bisa melakukan hal tersebut dengan J2, karena dalam ekspresi J2 tersebut terkandung ujian implisit untuk melihat apakah lawan bicara Anda memiliki cukup intelektualitas untuk menikmati, meladeni, bahkan membalas, ekspresi yang Anda berikan padanya.


3. Elemen ekspektasi. Dalam workshop / seminar, Anda akan mempelajari berbagai macam formula J2 yang semuanya menyangkali, mematahkan ekspektasi dan penilaian seorang wanita tentang diri Anda. Ketika semua pria lain dengan terang-terangan memujanya, Anda tampil mencolok sendiri dengan peluru Jerk Joke yang bertolak belakang dari gaya pria pada umumnya. Sudah rahasia umum bahwa manusia akan memiliki hasrat akan apa yang dia tidak ketahui dan tidak bisa dapatkan.


4. Elemen reversi. Silakan perhatikan semua contoh J2 yang pernah saya, Kei, dan Jet sampaikan dalam artikel website Hitman System ini, dan Anda akan menyadari bahwa ketika melakukan J2, Anda sebenarnya sedang melakukan apa yang semua wanita biasanya lakukan pada Anda. Wanita mana yang tidak gregetan ketika Anda berhasil mengembalikan, bahkan memainkan dengan lebih baik, permainannya sendiri. Dalam live training, saya mengajarkan lebih banyak aplikasi lainnya, di luar J2, yang memanfaatkan elemen reversi ini.


5. Elemen intimasi. J2 bukan jenis humor yang bisa dilakukan sembarangan, alias normalnya hanya terjadi antar pribadi yang sudah memiliki tingkat kekerabatan tertentu. Jadi jika Anda bertemu dengan seorang wanita asing, cara paling mudah untuk mengkondisikan keakraban instan dengannya adalah lewat aplikasi J2; logika sang wanita akan terhipnotis untuk berpikir, "Hei, asyik juga saya sudah bisa bercanda yang seperti ini, seolah teman lama. Pasti karena dia memang orang yang menyenangkan dan setipe dengan saya."


Sama seperti seorang samurai wajib mengetahui prinsip-prinsip fundamental tentang kode etik bushido, pemahaman Anda tentang J2 sangat menentukan tingkat kesuksesan Anda ketika turun ke medan perang dan menggunakannya kepada wanita-wanita idaman Anda. Apa yang baru Anda baca dalam artikel ini merupakan sesuatu yang bahkan para alumni pun belum pernah dengar sama sekali. Dengan kata lain, saya tidak pernah membagikannya dalam pelatihan interaktif.

Mengapa saya membagikannya dengan cuma-cuma? Karena saya sudah bosan membaca laporan orang-orang yang mengaplikasikan J2 dengan salah. Sekalipun Anda belum mengikuti pelatihan live training, kini Anda sudah memiliki modal awal dalam perjalanan glosifikasi hingga nanti waktunya Anda siap dan mengirim aplikasi Workshop / Seminar. Lagipula, dalam forum G-Spot yang eksklusif untuk para alumni, terdapat kumpulan bahan J2 yang hingga detik ini sudah mencapai dua puluh halaman! Anda tidak akan pernah lagi kehabisan ide untuk J2.

Sekali lagi, apapun yang Anda baru baca di atas BUKANLAH materi yang diajarkan dalam pelatihan live training. Jadi jika artikel ini saja sudah membuka mata Anda, bayangkan apa yang Anda terima dalam live training?

Selain itu, saya pribadi juga senang berbagi pengetahuan. Pertanyaannya, apa yang akan Anda gunakan dengan pengetahuan baru ini? Apakah Anda akan segera memutar otak untuk mengaplikasikannya dan berbagi dengan orang lain?

Saya harap begitu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...